Postingan

Bermunajat Mesra

Tak ada yang lebih didamba
Dari bermunajat mesra dengan Sang Pencipta
Melantunkan segenap asa dan setangkup rasa
Berpeluk cinta walau tanpa kata
Tak ada yang lebih didamba
Dari bercanda tawa dengan sesama
Bercerita tentang langit atau laut beserta ombaknya
Mensyukuri setiap desiran pasir yang berlarian menuju karang
Tak ada yang lebih didamba
Dari berkata suka pada alam semesta
Yang dengan kebijaksanaanNya membawa manusia pada takdir yang Maha Sempurna
Tak ada yang lebih didamba
Dari kedekatan kening dengan sujudnya
Tak perlu dengan retorika
Air mata telah menjadi derai indahNya
Lalu,
Adakah yang lebih didamba?
Dari seorang hamba yang mencintai dan dicintai olehNya? Allah Azza Wajalla.
Allah, aku begitu mencintaimu
@kenulinnuha

Ternyata Rindu

Ternyata rindu...
Rindu wajah sang Ibu yang haru
Atau senyum sang ayah yang takkan pernah ragu
Aku tau,
Rindu ini takkan bisa membiru
Karena rinduku serupa langit biru
Seindah pertemuan kala itu

Ternyata rindu...
Pada perbincangan mesra malam itu
Kepada Allah Sang Maha Rindu
Aku tau,
Allah begitu mencintaiku
Maka hikmah itu berlaku

Ternyata rindu...
Pada kisah terdahulu
Seperti Ayyub yang berpeluk erat dengan RabbNya meski sakit begitu parau
Seperti Yusuf yang tabah pada bertubi-tubi cobaan hidup
Seperti Hajar yang rela berpeluh demi barakah zam-zam terpancar

Ternyata rindu...
Pada cinta yang menggetarkan itu
Pada cinta yang menguatkan itu
Pada cinta yang paling semesta itu
Cinta Allah...
Dan tanpa cintaNya, aku serupa debu

Rindu,
@kenulinnuha

Betapa Tertatihnya Diri Tanpa CintaNya

Aku menulis karena cinta, cinta paling semesta. Meski hati dan raga teramat luka, tapi biarlah luka itu berbalut dengan doa, aku takkan pernah membiarkannya menganga. Karena setiap rasa luka itu hanya selintas saja, yang pasti akan segera sembuh. Sembuh dengan ijinNya.
Tidak ada manusia beriman yang begitu dicintai Allah tanpa ujian dan beban hidup yang berat. Seperti Nabi Ayyub yang begitu tabah atas cobaan penyakit yang tak kunjung sembuh meskipun semua orang menjauhinya. Ayyub tak pernah merasa parau karena ia tau Allah senantiasa memeluknya erat. Begitu pula Yusuf yang difitnah sedemikian luar biasa hingga ia harus mendekam di penjara, hingga ia sadar bahwa Allah sedang melindunginya dengan perlindungan paling bijaksana. Atau Bunda Hajar yang berlari dari Safa ke Marwah demi Sang Ismail yang menangis dan kelaparan. Tentu Hajar tau tidak mungkin menemukan air dan makanan diantara dua bukit. Namun Hajar terus berlari, terus berlari hingga tujuh kali, kemudian barakah air memancar di …

Keinginan Termegah: Pergi Ke Baitullah Bersama Yang Dicintai

Gambar
Tidak ada keinginan terbesar dan harapan termegah tahun ini selain mengajukan proposal hidup ke Baitullah. Beribadah bersama orang yang dicintai melalui perjalanan umroh. Tidak ada hal yang paling diinginkan tahun ini selain mengiba dengan rintihan doa di depan ka'bah, memohon teramat dalam di Raudhoh dan sholat Sunnah di Hijr Ismail. Tidak ada hal yang sangat diimpikan selain berdoa di Multazam dengan air mata pertaubatan paling syahdu sedunia.
Tidak ada hal yang sungguh didambakan selain mencium Hajar Aswad dan mengajukan proposal dunia akhirat kepada Rabb semesta alam langsung di depan ka'bah, bersama ia yang dicintai. Bersama ia yang tertulis di Lauhul Mahfuzh. Bersama ia yang mencintai Allah dan RasulNya, yang sungguh mendambakan pertemuan mesra dengan IllahNya.
Ya Robbanaa, undang aku bersama yang kucintai ke Baitullah. Aku ingin berpeluk mesra dengan langitMu yang senantiasa bertasbih mengagungkanMu. Aku ingin berzikir melantunkan asmaMu di Masjid Nabawi yang kau ridhoi i…

Rumah Impian

"Empat perkara yang merupakan kebahagiaan, yaitu istri yang shalihah, rumah yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang enak dinaiki. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan adalah tetangga yang jelek, istri yang buruk akhlaknya, rumah yang sempit, dan kendaraan yang tidak enak dinaiki," (HR Ath-Thabrani dan Imam Ahmad).

Hmmm, siapa coba yang ga pengen punya rumah idaman? Aku pun mauuu banget. Nah, apa sih yang dimaksud rumah impian itu? Apakah harus besar dengan perabot yang mewah? Adakah aturan Islam mengenai hal ini?. 
Dari hadits di atas Rasulullah saw menganjurkan umat Islam untuk memiliki hunian yang luas. Namun Ustadz Budi Ashari Lc, Direktur Lembaga Cahaya Siroh, memaknai hunian luas dalam hadits ini tidak hanya dari aspek fisik, tapi juga upaya untuk mengamalkan nilai-nilai dalam ajaran Islam.
Sebagai agama yang sempurna, Islam memiliki konsep ideal dalam semua sisi kehidupan manusia, termasuk tuntunan membangun arsitektur Islami. Dalam buku The Grand Tradi…

Islam Itu Cinta

Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, semakin banyak sejuk yang dia tebarkan. 
Dan, kau tau... Islam itu cinta. Serupa cinta matahari pada buminya yang tak pernah lelah bercahaya atau lebih dahsyat daripada itu. Seperti cinta Ibu terhadap anaknya yang rela berpeluh keringat dan darah demi ananda tercinta. Bahwa islam begitu megah menggelayut mesra dalam sanubari terdalam. Kau tau, aku seyakin itu. Iya, demi Allah yang jiwaku di tanganNya, aku yakin bahwa setiap detik yang kulewati dalam hidup adalah Rahmat terbaik dariNya.
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu." (QS. Al-Hujurat: 7)
Maka dekat dengan Allah itu membahagiakan, tak perlu risau dengan getirnya kehidupan atau penderitaan tak berkeseduhan. Asal ada Allah, segalanya seperti debu di bawah telapak kaki manusia. La Tahzan, Jangan Bersedih. Allah Bersama kita bukan?.

Dan sekali lagi, Islam itu cinta. Kau tau, seorang buta bernama Ibn bin Ummi Maktum yang henda…

Selaksa Cinta di Gunung Kidul

Terkadang, mata iri kepada hati karena hati lebih cepat menangkap rasa daripada mata yang terlampau lama menimbang. Dan rasa itu kutemukan di Gunung Kidul, Jogjakarta.
"Bu, aku pengen stay di Jogja 3-4 hari. Aku pengen nyelesain tulisan. Kalaupun tidak selesai, aku butuh tempat yang tenang untuk menulis. Aku pengen ke Gunung Kidul, ke tempat dimana langit begitu indah. Dan manusia mencintai alam begitu dalam." Aku meminta ijin kepada Ibu, hendak berkunjung ke salah satu rekan di Gunung Kidul. Aku tau, tidak mudah mencapai desa yang sangat pelosok dengan angkutan umum. Naik bus berkali-kali, menunggu angkot masuk ke desa. Namun, ibuku selalu mendukung setiap mimpi-mimpiku, aspiring to be a good writer. Dan alam, terdengar sayup-sayup mesra memanggilku.
Disinilah aku, di sebuah desa yang sangat jauh dari keangkuhan kota. Desa Paliyan, Gunung Kidul Jogjakarta. Aku berkenalan dengan penduduk sekitar, menyapa mereka dengan penuh bahagia. Aku takjub, Mbah Dok, pemilik rumah yang kut…