Postingan

Menghargai Proses

Terkadang, manusia terlalu fokus pada tujuan sehingga melupakan proses yang justru lebih bermakna.
Allah menghargai setiap detik prosesnya bukan? Sekalipun kita dihadapkan pada jalan yang berliku, persimpangan yang membingungkan bahkan kelelahan tiada tara. Proses menuju tujuan itulah yang menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik, menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Tak jarang sebagian dari kita merasa putus asa, tidak yakin bahkan berhenti meneruskan. Ketidaksanggupan memunculkan berbagai ragam cara, strategi atau mungkin mencari jalan ilegal. Itulah manusia. Proses membuat segalanya menjadi runyam. Namun bagi mereka yang menghargai betul makna proses, mereka akan melakukan segala macam kebaikan untuk menuju tujuan.
Jalan yang ditempuh pun beragam. Ada yang memilih memutar arah untuk sekedar menikmati perjalanan, menghirup udara segar, bertemu dengan beragam karakter manusia, mencari tempat berteduh, bahkan berhenti dari satu tempat ke tempat lainnya. Ada juga yang memilih jalan t…

Rinduku Menjelma Menjadi Puisi

Rinduku menjelma menjadi puisi
Dalam labirin sunyi aku bertanya
Akankah kutemukan cahaya jiwa disana?
Yang pendarnya masuk ke ruang kalbu
Rinduku menjelma menjadi puisi
Seperti hujan yang tak lelah menunggu pelangi
Akankah setiap derainya bergemuruh?
Seperti suara hatiku yang getar terkurung rindu
Rinduku menjelma menjadi puisi
Bahkan tawa tak juga menghentikan ku
Pada larik bahasa cinta yang kau tabur
Seperti doa dan asa yang melangit tinggi
Aku rindu
Dan rinduku menjelma menjadi puisi
Seperti malam yang rela menunggu fajar
Meski bulan purnama merona jingga
Meski bintang gemerlap di langit luas
Aku tetap rindu
Aku rindu
Dan rinduku menjelma menjadi puisi
Meski aku tak tau benar mengapa aku rindu Hanya ridhoMu yang kutunggu Dalam setiap jejak langkahku
Dan aku menunggu Seperti jiwa tertawan rindu
Dan rinduku menjelma menjadi puisi Kemudian hati berpaut pada cinta Illahi
@kenulinnuha
Juli, 2017

Hatiku Bukanlah Baja

Karena hatiku bukanlah baja yang kuat dan tahan berbagai hantaman, hatiku melainkan langit yang maha luas, dan langit juga bisa menangis. Namun aku tegar, setegar karang yang rela dihantam bertubi-tubi dengan ombak, tetap berdiri tegak meskipun payah dan terombang-ambing karam.Senja diufuk barat terasa jingga menusuk kalbu, pekerjaan menjadi seorang amil adalah cinta sekaligus rahmat. Aku bahagia menjadi bagian dari perjuangan untuk mensejahterakan papa, tidak hanya aku yang mensyukuri takdir Allah, tapi juga Bapak dan Ibuku. Kedua orang tua yang berhasil menjadikanku anak terbaik secara sosial empati menurut mereka.

Barangkali ada seutas senyum merenda dalam sanubariku, aku sungguh rindu hari-hari kemarin. Senyum itu lantas berubah syahdu, melembut mesra menjadi titik-titik nadir di bawah pelupuk mata. Mataku basah, aku sesekali menengok ke luar. Bagaimana manusia bisa serapuh ini ya? Mungkin jika manusia tidak diberi rasa tegar dan sabar ia akan mudah sekali jatuh. Seperti buah yang …

1 Ramadhan, Momentum Untuk Berubah

Love is everywhere So much peace fills up the air Ramadan month of the Quran  I feel it inside of me, strengthening my Iman
[Maher Zain, Ramadhan]
Alhamdullilah, finally Ramadhan! Bulan yang sungguh dirindukan datang. Terima Kasih Ya Rabb, telah memberikan kesempatan kami untuk merasakan kecupan manis bermunajat kepadaMu di bulan ini. Terima kasih telah memberikan kami karunia untuk merasakan betapa cintaMu sungguh amat dekat. Terima kasih telah memberikan kami anugerah berupa shiyam dan qiyam yang penuh barokah. Alhamdullilah, Alhamdullilah, Alhamdullilah.
Saatnya untuk menyusun proposal hidup setahun ke depan, dengan berusaha memperbaiki diri di hadapan Allah. Momentum terbaik untuk berubah menjadi pribadi yang lebih bertaqwa, better than before. Saatnya untuk meminta ampun atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah ditorehkan baik lisan maupun perbuatan. Saatnya bangkit dari keterpurukan, saatnya untuk berubah!.
Sungguh, kebahagiaan hakiki dari seorang manusia adalah dicintai Al…

Apakabar Calon Pendampingku? Part IV

Assalammualaikum, apakabar calon pendampingku? Calon imam dunia akhiratku? Sedang apa engkau wahai akhi? Sungguh, kesabaran adalah hal yang baik. Ketika diluar sana manusia sibuk memperkarakan cinta, engkau tetap tunduk pada aturanNya. Tenang saja, kita mungkin dua insan yang tidak pernah tau kelak akan dipertemukan, namun suatu saat nanti Allah akan menakdirkan kita bertemu. Dalam bingkai keindahan cinta islami, bersama-sama mencintai Allah.
Apakabar calon pendampingku? Apakah hatimu masih cinta pada dakwah ini? Tak henti menebar kalimat-kalimat Illahi. Apakah jiwamu masih menggetarkan nurani? Ketika kau bangun di sepertiga malamnya mengiba pada Sang Maha Mengasihi? Apakah langkahmu mantap menghadapi hidup yang semakin fana ini? Tetap pada prinsipmu yang kuat itu?.
Apakabar calon imam dunia akhiratku? Sedang apa engkau saat ini? Kita tidak pernah saling mengetahui dan saling mengenal bukan? Tapi yakinlah kita saling mendoakan, kita saling memantaskan diri. Engkau tau, aku benar-benar s…

Jangan Kecanduan Agama?

Belakangan ini, kata radikal sering sekali terdengar. Kebanyakan orang yang tidak paham benar arti radikal, it means radikalisme seolah-olah menyatakan bahwa radikalisme berkaitan erat dengan suatu agama. You know what, secara historis radikalisme itu apa? Radikalisme adalah sebuah kelompok atau gerakan politik yang kendur dengan tujuan mencapai kemerdekaan atau pembaruan electoral yang mencakup mereka yang berusaha mencapai republikanisme, penghapusan gelar, redistribusi hak milik dan kebebasan pers, dan dihubungkan dengan perkembangan liberalisme.
Sesungguhnya radikalisme sangat erat kaitannya dengan liberalisme, kebebasan mutlak tanpa batasan. Padahal, kita tau agama bukanlah kebebasan. Agama adalah keyakinan yang tumbuh dalam nurani, mengakar kuat dalam jiwa dan sumber ketenangan batin. Tidak ada satupun agama mengajarkan kekerasan, saling menjatuhkan apalagi adu domba. Tidak ada. Agama always peaceful. Dan tidak ada istilah agama candu, kecanduan agama dan sebagainya. Agama murni …

Jika Cinta Sebab KarenaNya

jika cinta sebab karenaNya
maka cinta itu abadi dalam jiwa
seperti ibu yang rela mengandung payah
mencintai anaknya segenap raga
dengan cinta nomor satu di dunia

jika cinta sebab karenaNya
maka nasehat ini baik pengharapannya
seperti ayah yang rela berpeluh
mengakar kuat ototnya
demi perinduk nasi tetap penuh

jika cinta sebab karenaNya
maka nasehat ini besar kekuatannya
seperti kakak yang rela mengalah
menjadi teladan terbaik adik tercintanya

jika cinta sebab karenaNya
maka jiwa ini tunduk pada AturanNya
seperti seorang mujahid yang rela berjuang
karena syuhada adalah miliknya

maka, jika cinta sebab karenaNya
bersabarlah wahai hati
meskipun air mata telah tumpah
meski hati tersayat lidah

jika, cinta sebab karenaNya
surga akan menjadi perindunya

@kenulinnuha