Postingan

Menampilkan postingan dengan label INSPIRASI

Resume: The Life Changing Magic Of Tidying Up

“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)” Gengs, kamu pernah denger istilah Muslimah Obsesistuff gak? Yang suka berlebihan beli gamis, hijab, sepatu, tas atau cute stuff di Mall habis tu numpuk ga keurus di kamar?. Jangan kek gitu yess, kamu boleh beli barang tapi lebih baik beli yang dibutuhin aja, kalopun mau beli barang lebihinnya untuk sedekah aja. Maksudnya kamu beli gamis, tas, sepatu itu buat di kasihkan ke orang. Lebih keren gituuu :). Awal mula baca buku ini aku kek orang dapet kado spesial gitu, Gueeee banget nih buku, well emang bener ya orang yang suka kerapian itu lebih bahagia. Dan buku karangan Marie Kondo ini berhasil bikin akuuu ketawa ketiwi sendiri ketika membacanya. Pasalnya buku ini mem...

Ketidakmungkinan Itu Tidak Ada

Ketidakmungkinan itu ternyata tidak ada, yang ada adalah keyakinan akan keMaha BesaranNya. Jika Allah berkehendak terjadi, maka terjadilah. -kenulinnuha- Aku sempat ragu akan takdirNya, aku benar-benar tidak yakin. Tidak mungkin Allah memberikan karunia paling megah itu kepadaku. Siapa aku? Apa kelebihanku sehingga Allah berikan karunia impian banyak orang itu? Aku cuma mimpi, tidak mungkin bisa terwujud. Aku yang hanya seorang aku, manusia biasa yang sungguh banyak sekali khilafnya. Kemudian seseorang menyadarkanku, "Hei Ken, kamu punya Allah. Kamu mau apa aja, Allah bisa wujudkan. Syaratnya kamu yakin." Rasa-rasanya aku kayak di tampar, Ya Allah aku ini jahat banget sampe berpikiran kecil bahwa orang kayak aku ini ga mungkin dapet karunia se megah itu. Aku betul-betul payah. Aku masih berkontemplasi dengan hati dan pikiranku: "Ya Allah, aku ini siapa? Aku kan bukan siapa-siapa, aku bukan manusia yang amalnya banyak, aku juga ga punya harta, hidupku sederh...

Rumah Impian

"Empat perkara yang merupakan kebahagiaan, yaitu istri yang shalihah, rumah yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang enak dinaiki. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan adalah tetangga yang jelek, istri yang buruk akhlaknya, rumah yang sempit, dan kendaraan yang tidak enak dinaiki," (HR Ath-Thabrani dan Imam Ahmad). Hmmm, siapa coba yang ga pengen punya rumah idaman? Aku pun mauuu banget. Nah, apa sih yang dimaksud rumah impian itu? Apakah harus besar dengan perabot yang mewah? Adakah aturan Islam mengenai hal ini?.  Dari hadits di atas Rasulullah saw menganjurkan umat Islam untuk memiliki hunian yang luas. Namun Ustadz Budi Ashari Lc, Direktur Lembaga Cahaya Siroh, memaknai hunian luas dalam hadits ini tidak hanya dari aspek fisik, tapi juga upaya untuk mengamalkan nilai-nilai dalam ajaran Islam. Sebagai agama yang sempurna, Islam memiliki konsep ideal dalam semua sisi kehidupan manusia, termasuk tuntunan membangun arsitektur Islami. Dalam buku ...

Islam Itu Cinta

Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, semakin banyak sejuk yang dia tebarkan.  Dan, kau tau... Islam itu cinta. Serupa cinta matahari pada buminya yang tak pernah lelah bercahaya atau lebih dahsyat daripada itu. Seperti cinta Ibu terhadap anaknya yang rela berpeluh keringat dan darah demi ananda tercinta. Bahwa islam begitu megah menggelayut mesra dalam sanubari terdalam. Kau tau, aku seyakin itu. Iya, demi Allah yang jiwaku di tanganNya, aku yakin bahwa setiap detik yang kulewati dalam hidup adalah Rahmat terbaik dariNya. “Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu." (QS. Al-Hujurat: 7) Maka dekat dengan Allah itu membahagiakan, tak perlu risau dengan getirnya kehidupan atau penderitaan tak berkeseduhan. Asal ada Allah, segalanya seperti debu di bawah telapak kaki manusia. La Tahzan, Jangan Bersedih. Allah Bersama kita bukan?. Dan sekali lagi, Islam itu cinta. Kau tau, seorang buta bernama Ibn bi...

Berhijab Syar'i? Aduuuuh Aku Belum Siap!

"Duh Ken, ga ribet apa pake hijab segede gambreng? Klewer-klewer gitu? Kamu tu kemana-kemana pake rok terus, olahraga jugak? duhhhhh kayak ibu-ibu deh, ga panas apa gerah gituuuu? Kamu kan masih muda, ga mau modis gituuu, pake celana joger pants pake pashmina yang cantik, dandan dong Ken.... Kamu polosan ajaaaa sih.... Kamu ga takut susah dapet kerjaan, susah dapet jodoh?" Dudududududu.... Kurang lebih begitu yang temen-temen tanyakan soal hijab. Well, enggak papa sih, itu berarti pada kepo dan sayang sama akuuh #tsahhh 😜 Jadi gini men temen... Hijab itu bukan hanya pakaian untuk menutupi aurat saja tapi juga pakaian taqwa, salah satu bukti kecintaan kita pada Allah. Soal kerjaan dan jodoh, Hmmm... Bukankah jika kita berpakaian sesuai syariat Allah, Allah akan tempatkan kita dan pilihkan kita pekerjaan terbaik dan jodoh yang sholih? #ehemmm, siapa yang gak mauuuu?. Nah, ada ayatnya juga loh di Qur'an yang mewajibkan untuk berhijab: QS. Al Ahzab 59 dan QS. An Nur 3...

Doa Adalah Cara Mencintai Paling Rahasia

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian“. (QS. Ali Imran: 31). Pssst, jangan baper! Ini bukan urusan cinta mencinta kids jaman now kok 😒 ini soal cara mencintai Rasullulah terhadap umatnya, ya siapa lagi kalo bukan kita, ummatnya yang kadang suka lupa melantunkan sholawat untuk murrobi kita sepanjang masa, Rasullulah SAW. Ini cara mencintai yang awesome dan megah banget, ga se-receh kita-kita manusia yang suka gegalauan enggak jelas. Ini murni cinta yang terajut lewat bait-bait lantunan doa, saking megahnya kita sampe ga sadar kalau udah bikin Rasullulah sedih, sampe diakhir hayatnya Rasullulah ga berhenti memanggil kita, Ummati...Ummati...Ummati... 💔😭 . Pernah ga sih ngebayangin, besok di akhirat, Rasullulah SAW satu-satunya manusia (paling mulia) yang merjuangin kita banget? Beliau manusia tersibuk, disaat orang tua kita, keluarga ...

Aku Pengen Berubah!

"Ken, aku pengen hijrah, aku pengen berubah... tolong aku..."  Tiba-tiba ada pesan masuk di whatsapp, aku terperanjak. Kawan lama yang sudah sangat lama sekali tidak bersua tiba-tiba menghubungiku. Dia teman yang baik, dulu kami sering bercengkrama layaknya sahabat karib. Namun ia menghilang, sibuk dengan dunianya. Berkarir lebih tepatnya, memilih untuk mengejar cita-cita, sukses menjadi pekerja di ibu kota. Kami kemudian jarang bersua, mungkin karena kesibukkan yang memaksa dia tidak bersosialisasi di dunia nyata maupun bersosial media. "Hai, Assalammualaikum sayang... kangen banget... Gimana? Ada yang bisa tak bantu?" , aku membalasnya dengan binar-binar bahagia sekaligus kerinduan yang membuncah dalam dada. Aku tau, ada sesuatu yang hendak ia ceritakan padaku. Balasanku tidak dijawab, hanya di read saja. Sepekan, dua pekan, hingga satu bulan. Aku bersabar. Mungkin dia sangat sibuk hingga tak sempat membalas message-ku. Hmm. mungkin hanya doa yang b...

Kebaikan Yang Sederhana

…… dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [al-Baqarah/2:195].   Berbuat baiklah, karena Allah menyukai kebaikan, meskipun itu sederhana. Sekedar tersenyum penuh ketulusan kepada tetangga kita, mencabut tanaman yang layu di pinggir jalan, memberikan tempat duduk untuk para tua renta di dalam bus, sekedar membeli barang dagangan yang dijajakan para pedagang kaki lima, membeli jajanan yang di jajakan para tua renta. Kebaikan yang sederhana itu megah jika kita tulus melakukannya. Terkadang untuk berbuat baik, kita terlalu banyak menimbang, berpikir dan berspekulasi, padahal jika kita luruskan niat saja... Insya Allah kebaikan itu akan datang dengan sendirinya. Misalnya saja ketika kita bertemu dengan pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya, walau cuma pecel uleg, gethuk atau mungkin kopi sachet. Belilah, dan lebihkan uangnya, jadikan lebihan itu sedekah. Apalagi jika ternyata yang jual adalah kakek atau nenek tua renta, sapa ...

Lebih Kuat Dari Sekedar Berharap

Ada yang lebih kuat dari sekedar harapan yaitu keyakinan. Keyakinan akan tumbuh manakala hati telah tersentuh, kemudian bersikap dan memilih dengan kepastian. Bagaimana denganmu? Sekedar berharap atau sudah yakin? Ada sebuah kisah haru dari seorang sahabat yang baru-baru ini kukenal. Awalnya aku kira ia pendiam, tidak banyak berkata seperti aku. I'm a storyteller , setiap bertemu orang baru ingin rasanya bercerita panjang lebar. Tentang kehidupan, hikmah atau sekedar kisah-kisah masa kecil yang riang. Mungkin karena insting penulis atau memang aku suka bercerita tentang kehidupan, mengambil hikmah dari setiap peristiwa kemudian larut dalam pertaubatan. Ah, hidup tak ubahnya panggung sandiwara. Ada banyak cerita bergulir di sana. Kupanggil ia si pendiam. Gadis yang cukup unik menurutku. Setiap berpapasan dengannya kami hanya melempar senyum, menyapa sebentar kemudian berlalu-lalang. Padahal aku ingin sekali bertanya, apa yang membuatnya diam?. Ingin sekali mengajaknya ter...

Derai-Derai Hujan

Aku suka hujan. Aku bebas mengutarakan rindu kepada Rabb Semesta Alam, aku lantunkan setiap harapan dan doa pelipur lara kepada Allah Sang Maha Segalanya. Aku tau setiap bulir yang menetes dari langit adalah Rahmat dan karuniaNya, derai hujan di luar sana mengingatkanku betapa Allah sungguh maha baik, Allah tumbuhkan segala jenis tanaman dan dengannya manusia meniti kehidupan. Aku suka rintik hujan. Aku bebas menari dalam derai-derai hujan, mengiba pada Illahi dalam derasnya air mata pertaubatan. Ah, hujan memang baik. Bahkan air mata pun bisa disembunyikan. Semakin deras semakin keras hati ini berkata. Aku ingin lega. Aku suka gerimis. Aku bebas menengadah ke langit, membiarkan hujan jatuh ke pipi, membasahi wajahku dengan mimpi. Membasahi jemariku dengan segala keinginan diri. Ah, sungguh mesra. Semesra angin yang bergelayut manja pada daun-daun kering. Membiarkannya jatuh begitu saja. Mengikhlaskan segalanya. Aku suka bau hujan, bau hujan menyentuh tanah yang gersang. ...

Barakallah Fii Umrik Mutia

Barakallah fii umrik my dearest Mutia Desi Prihandini, sahabat terbaik yang selalu mempercayai setiap mimpi-mimpi ku ketika semua orang meragukan mimpiku. Terima kasih telah begitu sempurna menjadi kawan sekaligus tempatku bercerita panjang lebar mengenai cinta dan cita. Bertambahnya umur terkadang membuat kita lupa hakikat diri, bahwa setiap manusia sejatinya sedang menyulam kain kafannya sendiri. Dan dunia hanyalah satu tetes dari celupan air sebentang samudera. Kita kadang lalai dengan tugas sesungguhnya kita di muka bumi, menjadi UmmatNya yang taat, menjadi khalifah yang tak pernah ragu ber amar ma'ruf nahi mungkar. Bertambahnya umur pula membuat kita semakin khawatir dengan takdir di masa depan, padahal kita tau Allah telah menjamin. Ah, manusia sepatutnya melakukan khilaf dan salah. Rasanya, semakin banyak doa yang ingin sekali dilantunkan kepada Sang Maha Esa ya say?. Ada satu ungkapan Ibnul Qoyyim Al Jauziyah favoriteku say, "Bila engkau ingin berdo'a, seme...

Generasi Muda Jaman Now Itu...

"Jadilah generasi muda yang memiliki prinsip Islam yang sebenarnya" Ini satu kalimat, namun dalam maknanya. Menjadi generasi muda jaman sekarang yang notebene-nya semuanya mudah dengan berbagai fasilitas. Teknologi serba canggih, makanan ber-anekaragam, platform kreativitas pun banyak pilihan. Tidak mudah memang menjadi generasi muda yang cinta terhadap dien islam namun berkarya nyata bagi peradaban. Sekarang ini anak muda dihadapkan pada pilihan, menikmati masa muda dengan kesia-siaan, menghabiskan banyak waktu untuk keduniawian atau mendekatkan diri pada kebaikan, aktif dalam pengajian, menghabiskan waktu di ranah sosial dan berjuang untuk masa depan gemilang. Tidak banyak memang yang memilih pilihan kedua, memutuskan untuk berhijrah, lebih dekat dengan Allah dan melaksanakan Sunnah Rasullulah. Awal mula saya berhijab lebar, mungkin bagi kebanyakan orang terkesan kaku, ekstrim, eksklusif, gak jamani, kayak ibu-ibu, namun saya yakin betul bahwa hijab bukan sekeda...

Impian Tanpa Dasar Keimanan

Bisakah sebuah impian menjadi kenyataan tanpa dasar iman? Absolutely Yes, but just illusion . Karena impian yang menjadi kenyataan akan tetap menjadi ilusi tanpa dasar keimanan. Jangan terlalu mengejar bayangan ilusi, ia tak pernah menetap di hati, bahkan tak bersandar pada keimanan. Ia hanyalah lamunan yang menari-nari dalam pikiran. Trap ! Kemudian terjebak dalam kepalsuan. It's not real! . Ilusi mudah diciptakan, dipikirkan dan dikhayalkan, namun kenyataan, the real life mesti diperjuangkan. Yup, hidup memang tidak pernah ideal. Jangan terlalu idealis dan menuntut kesempurnaan, karena sejatinya, ideal tidak akan pernah ada ujungnya. Jangan terlalu lama terjebak dalam ilusi yang kita buat sendiri. Ia takkan pernah nyata. Ia serupa bait-bait puisi yang belum menemukan rimanya, tidak akan pernah bermakna. Ia serupa bayang-bayang yang tak pernah tau kapan habisnya, tidak akan pernah menjadi kenyataan yang sebenarnya. Fokus pada kebahagiaan, fokus pada kelebihan, jangan me...

Merubah Dunia Dengan Kata

"Apabila seseorang telah meyakini bahwa kematian akan menghentikannya dari beramal, pasti ia akan mengerjakan sesuatu yang pahalanya mengalir pasca kematiannya. Ia akan : Mewakafkan tanah, menanamkan tanaman, menggali sumur, mengusahakan keturunan yg akan mengingat Allah sepeninggalnya, atau menulis buku" -Ibnu Al-Jauzi- Mempersiapkan bekal terbaik untuk akhirat bukanlah hal yang sepele. Perlu banyak ikhtiar, komitmen yang kuat kepada Allah untuk terus berbuat kebaikan serta berusaha berjuang untuk kemaslahatan ummat. Salah satu yang menjadi ikhtiarku adalah "Menulis Buku" . Menulis buku yang kelak dapat menjadi inspirasi banyak manusia untuk berbuat baik, berupaya baik dan tak lelah menebar kasih sayang.  Menulis adalah mengekspresikan karya melalui bahasa pena, itulah setidaknya yang dapat meredakanku dari pikiran, imaji dan doa yang terus menerus tak henti kulantunkan untuk bangsa ini.  Kesibukan pekerjaan tak lantas membuatku berhenti berkarya, bahwa m...

Cinta Di Ujung Senja

“Pada akhirnya senja hanya semakin menjauh. Namun ia tak pernah sanggup melenyapkan cinta yang paling diam dari pandangan mata, apalagi hati. Lalu aku hanya menunggunya saat magrib tiba.”  Perkara cinta memang tidak selayaknya kita batasi hanya dari mata turun ke hati atau dari lisan kemudian bermuara menjadi sikap. Bukan. Tidakkah cinta tidak mengenal batas? Ia bergelayut mesra masuk ke dalam ruang-ruang hati. Berdesir indah dalam nurani, seperti senja yang merindukan langit tatkala matahari hendak meninggalkan bumi. Begitu megah mendefinisikan cinta yang merona dalam wajah-wajah sunyi, serupa warna jingga cahaya matahari di sore hari.   Barangkali hati lebih dulu mengetahui rasa daripada mata, kadang aku iri dengan hati ia lebih cepat menangkap sinyal bahagia ketimbang mata yang seringkali menimbang terlampau lama. Begitukah cinta bermertamofosa menjadi bait-bait rindu meski perjumpaan tidak selamanya. Satu hal yang sungguh menghanyutkan hati, bahwa cinta itu sesun...

Mimpi itu Kian Dekat

Aku ingin jadi penulis... A good writer, you know that? Kau tau mimpiku sedari kecil ini kan? Mimpi yang tak mungkin kalah oleh waktu. Sungguh, aku akan memperjuangkannya. Benar-benar berjuang!. Selepas mengikuti workshop aku akan mulai menulis kembali. Menulis novel "Melukis Pelangi" yang terhenti begitu sangat lama. Entah, apa yang sebenarnya membuatku berhenti begitu lama untuk meneruskannya. Mungkin pekerjaan yang menyibukkan atau suasana hati yang tidak mendukung?. Ah, lagi-lagi itu alasan klise. Aku selalu mengikuti kata hati, dan beberapa bulan ini sungguh hatiku sedang beradaptasi. Berbagai ujian dan cobaan datang mendera, Allah sedang teramat cinta. Ingin begitu dekat dengan hambaNya. Aku tau derai air mata tidaklah cukup menghapus segenap rasa. Hanya kepada Allah lah aku berserah. Hanya kepadaNya lah jiwa ini memohon. Luka belum juga mengering Allah tambah lagi dengan pilu yang ngilu. Pasrah adalah jawaban terbaik dari segala kegelisahan. Ridho a...

Notes dan Pulpen

"Kamu aneh, Ken!" "Oh ya?" "Uda jaman kekinian, masih aja bawa notes dan pulpen kemana-mana" "Oh, uda kebiasaan sih!" "Pake HP kan bisa, ada kok aplikasinya" "Ga ah, lebih enak ditulis pake tangan... lebih asik" *** Entah sudah berapa orang yang mengatakan hal itu padaku. Kemana-mana bawa notes, kaya wartawan amatir aja, kaya mahasiswa yang lagi KKL, bikin tugas dicatet. Gimana coba kalau bawa notes dan pulpen sudah jadi kebiasaan. Walaupun jaman katanya uda kekinian, boleh kan kita tetap pada habits kita?. Memang all moment bisa sih dicatet lewat gadget kita atau disimpen di pikiran aja. But, ada hal yang ga bisa kita catet lewat gadget atau just remind on my mind . Cari inspirasi menulis misalnya, ga mungkin kita cuma diem trus tiba-tiba cringgggggggg 'I have an idea' , maybe mereka yang bisa begitu yang sudah bergelar pro writer ya?. Nama tempat, perasaan, situasi, keadaan, ga bisa cuma disimpen di p...

SAHABAT SESURGA

Di awal kita bersua mencoba untuk saling memahami keping-keping di hati terajut dengan indah rasakan persaudaraan kita Dan masa pun silih berganti Ukhuwah dan amanah tertunaikan berpeluh suka dan duka kita jalani semua semata-mata harapkan ridho-Nya Sahabat, tibalah masanya Bersua pasti ada berpisah bila nanti kita jauh berpisah jadikan rabithah pengikatnya jadikan do’a ekspresi rindu semoga kita bersua di Surga -Sigma: Senandung Ukhuwah- Berpisah jarak hanyalah bagian dari mozaik cerita persahabatan. Karena dengan perpisahan kita belajar menjadi pribadi lebih baik. Karena perpisahan adalah permulaan terbaik untuk merajut ukhuwah dengan doa-doa terbaik. Karena sejatinya, ukhuwah bukan terletak pada manisnya pertemuan namun tulusnya doa yang dilantunkan.  Ada momentum bahagia ketika sahabat kita pada akhirnya menemukan karir terbaiknya. Satu step lebih baik dari step sebelumnya. Ibarat langkah kaki, kaki berjalan menuju ke arah yang baik. Ibarat meniti tangga, titian berada ...

Jangan Berhenti Jadi Orang Baik

Berusahalah memahami masing-masing manusia, karena dengan memahami satu sama lain. kalian bisa bersikap baik satu sama lain. Mengenal baik seorang manusia tak pernah berakhir dengan membencinya dan nyaris selalu mencintainya. -John Steinbeck, 1938 Terkadang, dalam hubungan sesama manusia kita sering bersikap egois. Menuntut orang lain memahami kita dengan alasan memperjuangkan harga diri. Namun kita enggan bahkan tidak mampu memahami orang lain. Terkadang pula, kita sering bersikap tidak peduli dan apatis terhadap sesama. Memikirkan ketentraman diri sendiri dengan mengacuhkan perasaan orang lain. Saling memahami adalah cara terbaik berkasih sayang. Mengenalnya dengan baik adalah cara terbaik meminimalisir prasangka buruk.  Terkadang bersikap baik pun susah sekali. Terlalu cuek dianggap tidak perhatian. Padahal sebenarnya menjaga izzah diri. Terlalu keras bernahi mungkar dianggap tidak toleran. Berniat mencairkan suasana namun justru menciderai persahabatan. Hendak memberi...