Novel 7.305 Hari Menjaga Asa dalam Doa: BAB 1 -- Saat Doa Bergemuruh Di Langit
Saat Doa Bergemuruh Di Langit "Barangkali Allah tidak pernah benar-benar memisahkan dua hati yang saling menjaga. Dia hanya menanam jarak agar rindu belajar menjadi sabar, lalu sabar belajar menjadi cahaya." Hari itu hujan turun pelan. Bukan hujan yang jatuh seperti amarah langit, melainkan seperti seseorang yang sedang belajar menangis tanpa suara tetesnya halus, rapi, nyaris sopan, seolah bumi pun harus diberi waktu untuk menerima duka yang turun dari atas. Di pelataran sebuah masjid tua, seorang perempuan berdiri memeluk map berwarna biru tua. Kerudung krem yang dikenakannya beberapa kali terangkat angin, lalu jatuh kembali ke bahunya seperti ombak kecil yang tak pernah benar-benar pergi dari pantai. Usianya empat puluh tahun. Di sela hijabnya, beberapa helai rambut putih mulai tampak—seperti serpihan salju yang tersesat di musim yang terlalu lama menunggu. Di jemarinya masih melingkar cincin yang sudah lama kehilangan pasangan untuk digenggam. Lingkar kecil itu terasa se...