Postingan

Palimpsest

Palimpsest Barangkali hati adalah palimpsest. Setiap musim datang membawa ejaannya sendiri. Ia menulis, menghapus, lalu menulis kembali seolah segala sesuatu dapat dimulai dari halaman yang bersih. Namun hati bukan kertas. Ia menyimpan apa yang tak lagi terbaca, merawat apa yang tak lagi disebut. Di bawah kalimat-kalimat baru, selalu ada sebuah aksara yang bertahan dengan kesunyian seorang batu. Aku telah menempuh begitu banyak mata angin. Menyaksikan dedaunan berganti warna, mendengar laut mengucapkan namanya dalam bahasa yang tak pernah kupahami, dan melihat waktu mengajari setiap luka cara menyebut dirinya sebagai "masa lalu." Akan tetapi, ada sesuatu yang tak pernah benar-benar menjadi lampau. Ia tidak mengetuk. Ia tidak meminta dikenang. Ia hanya hadir seperti aroma kayu tua di sebuah perpustakaan sunyi— tak terlihat, namun mengubah seluruh udara menjadi ingatan. Barangkali memang demikian cara beberapa hal bertahan. Bukan dengan menolak waktu, melainkan d...

Novel 7305 Hari Menjaga Asa Dalam Doa: BAB 6 -- Kota yang Diguyur Hujan, Hati yang Belajar Menjaga

BAB 6 Kota yang Diguyur Hujan, Hati yang Belajar Menjaga "Kadang Allah tidak mengirim seseorang untuk berjalan persis di samping kita. Kadang Dia hanya mengirim seseorang untuk memastikan kita tidak menyerah di tengah jalan." Solo menyambut pagi dengan langit yang membentang bagai kain kelabu yang memudar. Gerimis turun sejak usai Subuh, tipis namun tekun, seperti doa-doa sunyi yang enggan pulang sebelum mengetuk pintu langit. Halaman kampus tempat berlangsungnya Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam Tingkat Nasional mulai dipenuhi mahasiswa dari berbagai universitas. Sebagian sibuk memeriksa kembali slide presentasi dengan bibir yang komat-kamit mengulang kalimat terakhir. Sebagian lain memejamkan mata, menggenggam tasbih kecil atau merapatkan kedua tangan, mencoba menambatkan keberanian di tengah debar yang sulit dijinakkan. Di sudut aula yang remang, Nika duduk seorang diri. Di pangkuannya terletak sebuah map biru yang sudut-sudutnya mulai melengkung. Jemarinya merem...