Novel 7305 Hari Menjaga Asa Dalam Doa: BAB 3 -- Bangku Yang Selalu Menunggu
BAB 3 Bangku yang Selalu Menunggu "Ada tempat yang dibangun dari semen dan batu. Ada pula tempat yang dibangun dari perjumpaan. Yang kedua, biasanya lebih sulit ditinggalkan." Tidak ada yang istimewa dari bangku itu. Panjangnya bahkan tak sampai tiga meter. Permukaannya mulai diselimuti lumut tipis setiap musim hujan datang, dan di sisi kanannya akar trembesi tua perlahan mendorong tanah, membuat semen di bawahnya retak seperti garis-garis usia pada wajah orang yang terlalu lama menunggu. Namun justru karena kesederhanaannya itulah bangku itu seperti tahu cara menjadi rumah bagi lelah. Setiap sore, ia selalu terisi. Kadang oleh mahasiswa yang sedang menatap proposalnya dengan mata kosong. Kadang oleh mereka yang baru saja kalah dalam debat, lomba, atau hidup. Kadang oleh seseorang yang hanya ingin duduk tanpa harus menjelaskan apa-apa kepada siapa pun. Dan di sanalah, untuk pertama kalinya, waktu mulai belajar berjalan lebih pelan bagi Asa dan Nika. Hari-hari sebagai Presiden...