Postingan

Menampilkan postingan dengan label HUMANITY

Profesi Terbaik

Sebaik-baik profesi adalah profesi amil, jika ia ikhlas [HR. Ahmad dengan sanad jayyid hadist ini hasan]. Subhanallah, hadist ini sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, seorang amil adalah sebaik-baik profesi? Ketika banyak orang mengatakan kepada saya: kenapa kamu gak kuliah aja sih Ken, kejar cita-cita to be lecturer, kenapa kamu ga jadi bankir syariah aja, bukannya kamu jago keuangan syariah, Ken?. Wisudawan terbaik, mawapres kok kerjanya jadi amil? Kenapa kamu betah kerja di lembaga zakat, kamu ga pengen kayak yang lain Ken?. Semua pertanyaan itu runtuh sudah, ibarat debu, seluruh pertanyaan itu seperti debu-debu beterbangan yang entah hilang kemana. Bersyukur rasanya Allah menempatkan saya di sebuah lembaga yang visi utamanya adalah mensejahterakan umat. Alhamdullilah Ya Allah, barangkali ini adalah kekuatan sekaligus keyakinan.  Lalu bagaimana dengan your passion , Ken? kau lepas begitu sajakah?. Tentu saja tidak. Insya Allah saya tetap memperjuangkannya, bukankah seor...

Masihkah Melawan Asap?

Gambar
Kita memandang langit yang sama namun menghirup udara yang berbeda... Kita berpijak pada negara yang sama namun memiliki lingkungan yang berbeda... Masihkah melawan asap?. Assalammualaykum ikhwah, darurat bencana bisa jadi belum secara resmi disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun alangkah malangnya warga Riau, Pekanbaru yang hidup tanpa langit membiru. Alangkah sedihnya mereka hidup tidak hanya di antara dua musim kemarau dan hujan, namun bertambah satu lagi musim yaitu musim asap. Bisakah asap tak menghampiri tanah pijak mereka? Saudara sebangsa setanah air yang saat ini sedang merana karena asap, tentu kisah mereka lebih dari sekedar bencana, namun sudah sampai ranah kemanusiaan. Ini seperti layaknya genosida, membunuh lebih dari satu juta warga secara perlahan. Adakah solusi terbaik untuk mereka? Adakah ketegasan yang menentramkan untuk mereka?. Bisakah ini bencana terakhir?. Tentu, segala pertanyaan ini tak kunjung terjawab. Hingga suatu ...

Rasa Kemanusiaan Yang Terdampar

“Kemanusiaan itu tak mengenal batas negara dan agama. Ia tumbuh dari keajaiban nuranimu tanpa sekat, tanpa musim" ― Helvy Tiana Rosa Tiba-tiba tangis saya pecah ketika melihat artikel di laman website dakwatuna.com, seorang balita ditemukan tak bernyawa terdampar di bibir pantai Turki. Balita bernama Aylan Kurdi tersebut sebenarnya hendak pergi ke Jerman bersama keluarganya, Ayahnya Abdullah Al Kurdi, Ibunya Rehana dan kakaknya Ghalib Al Kurdi. Namun perahu yang dia tumpangi terbalik di tengah lautan setelah 30 menit mencoba menyeberangi Laut Tengah menuju Eropa dari pantai Turki. Ya Allah.. begitu dahsyatnya perang mempengaruhi manusia. Konflik berkepanjangan di Suriah banyak membuat warga negaranya terkantung-kantung tak berdaya. Hingga mereka berusaha untuk berimigrasi ke belahan bumi lain, seperti Eropa. Namun banyak diantara mereka yang berjuang mencari perlindungan justru terdampar dalam keadaan meninggal dunia, menghadap kepadaNya. Dan dunia seperti tak bertindak seger...

Memerdekakan Sesama

Kekuasaan Presiden ada batasnya karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. [Ir. Soekarno] Pernyataan Ir. Soekarno benar, bahwa diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Absolutely , bahwa hati tak tergantung pada makhluk melainkan hanya bergantung padaNya. Bahwa hidup yang merdeka adalah merdeka dari segala hal yang berkaitan dengan terlalu cinta pada dunia, terlalu cinta pada ke'akuan', menganggap bahwa memperkaya dan mensejahterakan diri sendiri adalah merdeka. Padahal merdeka yang sesungguhnya adalah setiap mereka yang memerdekakan sesama. Saya belajar banyak dari bapak tukang becak langganan saya di Semarang Indah, Pak Edi namanya. Beliau adalah potret manusia merdeka yang sesungguhnya. Pekerjaannya sebagai tukang becak mungkin dianggap remeh dan tak terlalu signifikan terhadap kemajuan bangsa, namun baginya dan bagi saya tidak. Saya banyak mengobrol dengan beliau, tent...

Catatan Hati Seorang Humanitarian

I have dedicated my life to being a humanitarian worker. I do not worry about my life when i do my job. I just believe in helping others. God will help our life and humanity will create peace in This world. Humanitarian . Sejak kecil tak pernah terbersit dalam pikiran dan hati untuk menjadi pekerja sosial, mendedikasikan diri sebagai pekerja kemanusiaan, menebar kepedulian, membantu sesama. Tak pernah terbayangkan sebelumnya untuk menjadi  humanitarian worker , bekerja untuk orang lain, bekerja untuk umat. Sampai pada suatu ketika Allah amanahkan tugas dunia akhirat ini... Bagi kebanyakan orang, berkarir dengan pekerjaan mapan dan super parlente adalah kebanggaan. Punya rumah mewah, mobil pribadi, gadget termahal, hangout di cafe, holiday ke luar negeri. Maybe itu tujuan mereka bekerja mencari nafkah. kebanyakan orang berlomba-lomba memasukkan lamaran pekerjaan ke perusahaan bonafit yang menjanjikan banyak fasilitas kesejahteraan. Selepas kuliah mereka akan banyak me...