Manusia Yang Mulia itu bernama Muhammad.
Manusia Yang Mulia itu bernama Muhammad. Sungguh luar biasa Rasullulah SAW itu, hatinya lembut dan penuh dengan kehangatan. Beliaulah suri teladan terbaik bagi seluruh umat Manusia. Semakin hari, dunia fatamorgana ini semakin membuat manusia lupa keberadaan Allah, lupa kewajibannya terhadap Allah, bahkan mungkin lupa pada manusia paling mulia, suri teladan terbaik sepanjang masa, Nabi Muhammad SAW. Hati sanubarinya yang peka tidak pernah luput memperhatikan dambaan dan dukacita orang lain. Beliau shalat sangat khusuk, yang dilakukannya dengan hati senang dan bukan karena mendambakan mahkota kerajaan ataupun kekayaan dunia. Meskipun dalam shalatnya itu beliau senang membaca surah-surah yang panjang, namun ia segera melepaskan kebahagiaannya yang besar itu (dengan mempercepat shalatnya) hanya karena mendengar bayi menangis menunggu sang ibu yang ikut shalat bersama beliau. Yaitu karena kasih beliau pada bayi yang menangis memanggil sang ibu. Beliaupun seorang manusia yang kalbunya berget...
Komentar
Awalnya beban batin ini cukup mengganggu setiap aktivitas di tiap waktu, bahkan hingga kesehatan fisik pun terpengaruh. Mungkin karena belum siapnya menerima kenyataan antara cita, cinta, dan asa tidak sinkron. Hingga aku buat sebuah kalimat penyemangat diri sendiri " Lakukan Sekarang, Ikhlas karena Allah, YAKIN BISA !!!".
Namun, hingga saat masih belum optimal konsisten dengan kalimat itu. Yang jelas hingga detik ini tetap mencari dimana semangat, salah satunya buku La Tahzan karya DR. Aidh al-Qarni ini yang benar2 cukup menggambarkan maslah dan nasehat seharusnya. Sekarang udah di re-posting di http://www.ekosmax.com/tag/la-tahzan