Ketika Bapak Mengajukan Harapan...
"Keluarga besar kita adalah keluarga yang mencintai seni, kalo memang ada orang lain yang nantinya masuk dalam keluarga ini semoga dia juga mencintai seni" Lahir dalam keluarga yang berprofesi sebagai seniman, budayawan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan 'art', membuat kehidupanku dikelilingi oleh segala sesuatu yang berbau seni. Dari kecil, aku hidup bersama kanvas, cat dan kuas ketika Bapak mulai melukis. lukisan pop kontemporer abstrak yang Bapak buat terkadang tidak masuk dalam logikaku. dan Bapak selalu menjawab dengan bijak ketika aku bertanya "Ini maksudnya lukisan apa ya Pak?", Bapak menjawab "Lukisan itu soal rasa, tak ada artinya". Subhanallah... Selain melukis, bapak juga seorang penyair, penulis puisi, penulis cerpen, penulis naskah drama. dari kecil, suara yang selalu ada membahana di dalam rumah adalah suara mesin tik jaman dulu. bahkan hingga larut malam, Bapak tetap bekerja dengan suara mesin tik yang khas. Bapak ad...
Komentar
Awalnya beban batin ini cukup mengganggu setiap aktivitas di tiap waktu, bahkan hingga kesehatan fisik pun terpengaruh. Mungkin karena belum siapnya menerima kenyataan antara cita, cinta, dan asa tidak sinkron. Hingga aku buat sebuah kalimat penyemangat diri sendiri " Lakukan Sekarang, Ikhlas karena Allah, YAKIN BISA !!!".
Namun, hingga saat masih belum optimal konsisten dengan kalimat itu. Yang jelas hingga detik ini tetap mencari dimana semangat, salah satunya buku La Tahzan karya DR. Aidh al-Qarni ini yang benar2 cukup menggambarkan maslah dan nasehat seharusnya. Sekarang udah di re-posting di http://www.ekosmax.com/tag/la-tahzan