Novel 7305 Hari Menjaga Asa Dalam Doa: Ambang Kisah
PROLOG "Ada cinta yang memilih bersujud begitu lama, hingga ketika ia berdiri, Allah telah lebih dahulu mengubahnya menjadi doa yang dikabulkan." Konon, ada doa yang tidak pernah selesai diucapkan. Bukan karena lisannya kehabisan kata. Melainkan karena langit belum selesai menulis jawabannya. Orang-orang sering mengira bahwa cinta selalu dikenali dari seberapa berani ia diucapkan. Padahal, ada cinta yang justru tumbuh paling subur di tempat yang tidak pernah terdengar oleh manusia. Di antara desir tasbih yang diputar perlahan. Di sela air mata yang jatuh tanpa saksi. Di penghujung tahajud ketika dunia masih begitu sunyi, Sementara langit sibuk mencatat nama-nama yang disebut dengan penuh harap. Barangkali begitulah cara Allah menjaga sebagian hati. Bukan dengan mempercepat pertemuan. Bukan pula dengan mengabulkan seluruh keinginan. Melainkan dengan membiarkan waktu mengikis segala yang fana, hingga yang tersisa hanyalah doa. Sebab doa tidak pernah tergesa. Ia tahu jal...
Komentar
Awalnya beban batin ini cukup mengganggu setiap aktivitas di tiap waktu, bahkan hingga kesehatan fisik pun terpengaruh. Mungkin karena belum siapnya menerima kenyataan antara cita, cinta, dan asa tidak sinkron. Hingga aku buat sebuah kalimat penyemangat diri sendiri " Lakukan Sekarang, Ikhlas karena Allah, YAKIN BISA !!!".
Namun, hingga saat masih belum optimal konsisten dengan kalimat itu. Yang jelas hingga detik ini tetap mencari dimana semangat, salah satunya buku La Tahzan karya DR. Aidh al-Qarni ini yang benar2 cukup menggambarkan maslah dan nasehat seharusnya. Sekarang udah di re-posting di http://www.ekosmax.com/tag/la-tahzan