Postingan

Pintu Surga Manapun

Gambar
“ Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau ”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf  radhiyallahu’anhu  dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany) Allahu Rabbi, hadist ini begitu membuatku parau. Bagaimana mungkin aku yang fakir ilmu ini bisa memasuki surgamu dari pintu manapun? Air mataku tak bisa kuseka lagi, aku menangis sesak. Bagaimana mungkin aku bisa memasuki surgaMu yang indah itu jika belum ada suami yang bisa kutaati?. Apakah aku termasuk ke dalam wanita itu? Bisakah aku masuk dalam wanita yang dirindukan surga itu?. Ya Robbanaa, aku sungguh ingin, sangat ingin menjadi wanita itu. Dan hanya mungkin jika ada suami yang ridho dan kutaati. Anugerahilah kepadaku pasangan sejati yang mencintaiMu dengan tulus, hingga kelak kami pun bersama mengetuk pintu surgaMu yang kau janjikan itu. Aamiin Ya Rob...

Don't Leave me Ramadhan!

Ya Robbanaa, sudah 2/3 Ramadhan Engkau karuniakan kepada kami, tapi jiwa dan hati ini masih tak juga sadar diri. Begitu banyak dosa dan kesalahan kami bahkan aib kami, Engkau tutup dan selimuti dengan banyak kebaikan. Tidakkah berakhirnya Ramadhan menjadi pelajaran?. Ya Robbanaa, mengapa begitu sulit untuk bermunajat kepadaMu pada malam-malam terakhir? Kami begitu rapuh dan tak berdaya dengan rasa kantuk yang bertubi-tubi, dengan banyaknya amanah pekerjaan kami, dengan dunia yang kami kejar tanpa henti. Faghfirlii Ya Rabb, sedemikian tidak ridhokah Engkau akan manisnya kami kecup 10 hari terakhir?. Allahu Rabbi, tidak bisakah diri ini menangis menyesali diri dengan pertaubatan paling mengiris perih hati akan kesia-siaan yang kami lakukan sementara para Muttaqin bergegas mengencangkan diri, beri'tikaf sepenuh hati bahkan meninggalkan segala pernak pernik duniawi. Ampuni kami Ya Rabbi, dengan segala ketidakmampuan kami. Kami butuh kekuatan diri, hendak menjemput mulianya Malam Qada...

Bermunajat Mesra

Tak ada yang lebih didamba Dari bermunajat mesra dengan Sang Pencipta Melantunkan segenap asa dan setangkup rasa Berpeluk cinta walau tanpa kata Tak ada yang lebih didamba Dari bercanda tawa dengan sesama Bercerita tentang langit atau laut beserta ombaknya Mensyukuri setiap desiran pasir yang berlarian menuju karang Tak ada yang lebih didamba Dari berkata suka pada alam semesta Yang dengan kebijaksanaanNya membawa manusia pada takdir yang Maha Sempurna Tak ada yang lebih didamba Dari kedekatan kening dengan sujudnya Tak perlu dengan retorika Air mata telah menjadi derai indahNya Lalu, Adakah yang lebih didamba? Dari seorang hamba yang mencintai dan dicintai olehNya? Allah Azza Wajalla. Allah, aku begitu mencintaimu @kenulinnuha

Ternyata Rindu

Ternyata rindu... Rindu wajah sang Ibu yang haru Atau senyum sang ayah yang takkan pernah ragu Aku tau, Rindu ini takkan bisa membiru Karena rinduku serupa langit biru Seindah pertemuan kala itu Ternyata rindu... Pada perbincangan mesra malam itu Kepada Allah Sang Maha Rindu Aku tau, Allah begitu mencintaiku Maka hikmah itu berlaku Ternyata rindu... Pada kisah terdahulu Seperti Ayyub yang berpeluk erat dengan RabbNya meski sakit begitu parau Seperti Yusuf yang tabah pada bertubi-tubi cobaan hidup Seperti Hajar yang rela berpeluh demi barakah zam-zam terpancar Ternyata rindu... Pada cinta yang menggetarkan itu Pada cinta yang menguatkan itu Pada cinta yang paling semesta itu Cinta Allah... Dan tanpa cintaNya, aku serupa debu Rindu, @kenulinnuha

Betapa Tertatihnya Diri Tanpa CintaNya

Aku menulis karena cinta, cinta paling semesta. Meski hati dan raga teramat luka, tapi biarlah luka itu berbalut dengan doa, aku takkan pernah membiarkannya menganga. Karena setiap rasa luka itu hanya selintas saja, yang pasti akan segera sembuh. Sembuh dengan ijinNya. Tidak ada manusia beriman yang begitu dicintai Allah tanpa ujian dan beban hidup yang berat. Seperti Nabi Ayyub yang begitu tabah atas cobaan penyakit yang tak kunjung sembuh meskipun semua orang menjauhinya. Ayyub tak pernah merasa parau karena ia tau Allah senantiasa memeluknya erat. Begitu pula Yusuf yang difitnah sedemikian luar biasa hingga ia harus mendekam di penjara, hingga ia sadar bahwa Allah sedang melindunginya dengan perlindungan paling bijaksana. Atau Bunda Hajar yang berlari dari Safa ke Marwah demi Sang Ismail yang menangis dan kelaparan. Tentu Hajar tau tidak mungkin menemukan air dan makanan diantara dua bukit. Namun Hajar terus berlari, terus berlari hingga tujuh kali, kemudian barakah air memanc...

Undang Aku Ke Baitullah bersama Ia Yang Tertulis Dalam Lauhul Mahfuzh

Jika datang bulan Ramadhan, lakukanlah umrah. Karena umrah di bulan Ramadhan, senilai haji bersamaku. (HR. Bukhari 1782 dan Muslim 1256). Ya Rabbi, berbincang mesra denganMu setidaknya meredakan segenap perasaan rinduku pada Baitullah. Aku tau, engkau maha mengetahui segala hajat-hajatku. Tentu engkau tau betul aku ingin menyempurnakan separuh agamaku, bersama ia yang namanya telah ada di Lauhul Mahfuzh. Entah kapan pertemuan suci itu Engkau wujudkan, kapan mitsaqon galidza itu terlantunkan, aku ingin menjadi penyempurna ketaatan ia yang engkau ridhoi. Aku sangat ingin mengajukan proposal hidupku kepadaMu di Baitullah, bersama ia yang kucintai. Imam dunia akhiratku. Sungguh sangat ingin Ramadhan tahun ini aku pergi umroh bersamanya. Bagiku, akad saja cukup. Engkau yang menjadi saksi dari setiap perjanjian suci, kemudian kami pergi umroh. Melakukan perjalanan yang menggetarkan hati. Bisakah Ya Rabbi? Bisakah engkau kabulkan? Bisakah setiap tetes air mata keinginan ku yang membu...

Keinginan Termegah: Pergi Ke Baitullah Bersama Yang Dicintai

Gambar
Tidak ada keinginan terbesar dan harapan termegah tahun ini selain mengajukan proposal hidup ke Baitullah. Beribadah bersama orang yang dicintai melalui perjalanan umroh. Tidak ada hal yang paling diinginkan tahun ini selain mengiba dengan rintihan doa di depan ka'bah, memohon teramat dalam di Raudhoh dan sholat Sunnah di Hijr Ismail. Tidak ada hal yang sangat diimpikan selain berdoa di Multazam dengan air mata pertaubatan paling syahdu sedunia. Tidak ada hal yang sungguh didambakan selain mencium Hajar Aswad dan mengajukan proposal dunia akhirat kepada Rabb semesta alam langsung di depan ka'bah, bersama ia yang dicintai. Bersama ia yang tertulis di Lauhul Mahfuzh. Bersama ia yang mencintai Allah dan RasulNya, yang sungguh mendambakan pertemuan mesra dengan IllahNya. Ya Robbanaa, undang aku bersama yang kucintai ke Baitullah. Aku ingin berpeluk mesra dengan langitMu yang senantiasa bertasbih mengagungkanMu. Aku ingin berzikir melantunkan asmaMu di Masjid Nabawi yang k...