Postingan

Keinginan Termegah: Pergi Ke Baitullah Bersama Yang Dicintai

Gambar
Tidak ada keinginan terbesar dan harapan termegah tahun ini selain mengajukan proposal hidup ke Baitullah. Beribadah bersama orang yang dicintai melalui perjalanan umroh. Tidak ada hal yang paling diinginkan tahun ini selain mengiba dengan rintihan doa di depan ka'bah, memohon teramat dalam di Raudhoh dan sholat Sunnah di Hijr Ismail. Tidak ada hal yang sangat diimpikan selain berdoa di Multazam dengan air mata pertaubatan paling syahdu sedunia. Tidak ada hal yang sungguh didambakan selain mencium Hajar Aswad dan mengajukan proposal dunia akhirat kepada Rabb semesta alam langsung di depan ka'bah, bersama ia yang dicintai. Bersama ia yang tertulis di Lauhul Mahfuzh. Bersama ia yang mencintai Allah dan RasulNya, yang sungguh mendambakan pertemuan mesra dengan IllahNya. Ya Robbanaa, undang aku bersama yang kucintai ke Baitullah. Aku ingin berpeluk mesra dengan langitMu yang senantiasa bertasbih mengagungkanMu. Aku ingin berzikir melantunkan asmaMu di Masjid Nabawi yang k...

Rumah Impian

"Empat perkara yang merupakan kebahagiaan, yaitu istri yang shalihah, rumah yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang enak dinaiki. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan adalah tetangga yang jelek, istri yang buruk akhlaknya, rumah yang sempit, dan kendaraan yang tidak enak dinaiki," (HR Ath-Thabrani dan Imam Ahmad). Hmmm, siapa coba yang ga pengen punya rumah idaman? Aku pun mauuu banget. Nah, apa sih yang dimaksud rumah impian itu? Apakah harus besar dengan perabot yang mewah? Adakah aturan Islam mengenai hal ini?.  Dari hadits di atas Rasulullah saw menganjurkan umat Islam untuk memiliki hunian yang luas. Namun Ustadz Budi Ashari Lc, Direktur Lembaga Cahaya Siroh, memaknai hunian luas dalam hadits ini tidak hanya dari aspek fisik, tapi juga upaya untuk mengamalkan nilai-nilai dalam ajaran Islam. Sebagai agama yang sempurna, Islam memiliki konsep ideal dalam semua sisi kehidupan manusia, termasuk tuntunan membangun arsitektur Islami. Dalam buku ...

Islam Itu Cinta

Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, semakin banyak sejuk yang dia tebarkan.  Dan, kau tau... Islam itu cinta. Serupa cinta matahari pada buminya yang tak pernah lelah bercahaya atau lebih dahsyat daripada itu. Seperti cinta Ibu terhadap anaknya yang rela berpeluh keringat dan darah demi ananda tercinta. Bahwa islam begitu megah menggelayut mesra dalam sanubari terdalam. Kau tau, aku seyakin itu. Iya, demi Allah yang jiwaku di tanganNya, aku yakin bahwa setiap detik yang kulewati dalam hidup adalah Rahmat terbaik dariNya. “Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu." (QS. Al-Hujurat: 7) Maka dekat dengan Allah itu membahagiakan, tak perlu risau dengan getirnya kehidupan atau penderitaan tak berkeseduhan. Asal ada Allah, segalanya seperti debu di bawah telapak kaki manusia. La Tahzan, Jangan Bersedih. Allah Bersama kita bukan?. Dan sekali lagi, Islam itu cinta. Kau tau, seorang buta bernama Ibn bi...

Selaksa Cinta di Gunung Kidul

Terkadang, mata iri kepada hati karena hati lebih cepat menangkap rasa daripada mata yang terlampau lama menimbang. Dan rasa itu kutemukan di Gunung Kidul, Jogjakarta. "Bu, aku pengen stay di Jogja 3-4 hari. Aku pengen nyelesain tulisan. Kalaupun tidak selesai, aku butuh tempat yang tenang untuk menulis. Aku pengen ke Gunung Kidul, ke tempat dimana langit begitu indah. Dan manusia mencintai alam begitu dalam." Aku meminta ijin kepada Ibu, hendak berkunjung ke salah satu rekan di Gunung Kidul. Aku tau, tidak mudah mencapai desa yang sangat pelosok dengan angkutan umum. Naik bus berkali-kali, menunggu angkot masuk ke desa. Namun, ibuku selalu mendukung setiap mimpi-mimpiku, aspiring to be a good writer. Dan alam, terdengar sayup-sayup mesra memanggilku. Disinilah aku, di sebuah desa yang sangat jauh dari keangkuhan kota. Desa Paliyan, Gunung Kidul Jogjakarta. Aku berkenalan dengan penduduk sekitar, menyapa mereka dengan penuh bahagia. Aku takjub, Mbah Dok, pemilik r...

Muhasabah Diri (Part 2)

"Aku Tak Sebaik Yang Kau Ucapkan Tapi Aku Juga Tak Seburuk Yang Terlintas Di Hatimu" -Ali Bin Abi Thalib- Manusia cenderung melihat kebaikan hanya dari Zahir saja (tampak luar saja), padahal soal hati dan niat cuma Allah yang tau. Tidak selalu orang yang berpakaian terbuka itu buruk, tidak selalu pula orang yang suka merokok, bertato di sekujur tubuh, penyuka musik punk rock, penyuka barang-barang antik, pengoleksi mobil-mobil mewah itu buruk. Tidak selalu orang yang bekerja serabutan itu buruk, tidak selalu. Tidak selalu orang begadang hingga malam menjelang pagi itu buruk. Tidak selalu. Barangkali hidayah belum hadir, barangkali ia tak pernah mengecup manisnya islam yang sebenarnya. Barangkali ia tak punya siapa-siapa sebagai teman menghibur sepi dan lara, barangkali mereka membutuhkan uluran tangan, pertolongan dan perhatian kita. Jangan sering mengoreksi orang lain, jika diri sendiri saja banyak kesalahan. Jangan terlalu mudah menilai seseorang, karena yang mem...

Berhijab Syar'i? Aduuuuh Aku Belum Siap!

"Duh Ken, ga ribet apa pake hijab segede gambreng? Klewer-klewer gitu? Kamu tu kemana-kemana pake rok terus, olahraga jugak? duhhhhh kayak ibu-ibu deh, ga panas apa gerah gituuuu? Kamu kan masih muda, ga mau modis gituuu, pake celana joger pants pake pashmina yang cantik, dandan dong Ken.... Kamu polosan ajaaaa sih.... Kamu ga takut susah dapet kerjaan, susah dapet jodoh?" Dudududududu.... Kurang lebih begitu yang temen-temen tanyakan soal hijab. Well, enggak papa sih, itu berarti pada kepo dan sayang sama akuuh #tsahhh 😜 Jadi gini men temen... Hijab itu bukan hanya pakaian untuk menutupi aurat saja tapi juga pakaian taqwa, salah satu bukti kecintaan kita pada Allah. Soal kerjaan dan jodoh, Hmmm... Bukankah jika kita berpakaian sesuai syariat Allah, Allah akan tempatkan kita dan pilihkan kita pekerjaan terbaik dan jodoh yang sholih? #ehemmm, siapa yang gak mauuuu?. Nah, ada ayatnya juga loh di Qur'an yang mewajibkan untuk berhijab: QS. Al Ahzab 59 dan QS. An Nur 3...

Untuk Bapak [Part 5]

“Ayah adalah yang teristimewa di dunia sebab dari keringatnya ia memberi tapak untuk melangkah.” My father gave me the greatest gift anyone could give another person, he believed in me. Bapak begitu percaya bahwa setiap anak-anaknya akan tumbuh menjadi orang baik yang mencintai Allah dan RasulNya. Dan Bapak, beliau orang tua terbaik yang pernah kumiliki dalam hidup. Aku tidak pernah sekalipun melihat Bapak mengeluh, beliau selalu sederhana memandang persoalan hidup. Walaupun terkadang aku tidak tau apa yang sedang beliau pikirkan dan rasakan. Aku hanya bisa menerka saja. Gerimis tidak berhenti, aku sengaja tidak memakai jas hujan. Aku biarkan derai-derai hujan menerpa wajahku, kupejamkan mata dan kuresapi tiap bulir yang menetes dari langit. Aku, anak paling bahagia. Bapak selalu ingin mengantarku kerja, menjemputku, mengantarkanku kemanapun kumau. Bapak selalu berkata: "Kamu belum punya suami, jadi Bapak yang akan antar. Kamu ga boleh naik kendaraan sendiri, harus...