Postingan

Mengintip Senja

Gambar
Hai senja, indah nian di pelupuk mata menjingga kuning keemasan ada semburat yang terlukis berdebur awan Hai senja, sedikit saja berlalu rasanya tidak biasa semilir angin meneduhkan ditemani suara ombak yang merdu layaknya harmoni dalam alunan Hai senja, langitMu indah ada kebahagiaan tergores disana ingin bertemu dengan senjaMu berikutnya pada malam-malam di Bulan Pengampunan pada keabadian yang bersemayam #H-5 Ramadhan.. Can't Wait :) salah satu lukisan alam favorite saya adalah memburu senja, mengintipnya dari kejauhan dan mentadaburrinya dalam keheningan. Salah satu lukisan Allah yang indah :).

Menahan Tegar di Ujung Mata

mencoba tak berkedip menahan tegar di ujung mata hingga kau pun tak kuasa berderailah airmata [Munsyid: Shaffix] Terkadang, diam adalah jawaban terbaik dari segala pertanyaan yang terus menerus dilantunkan. Terkadang, tidak menjawab adalah jawaban paling baik ketika justru dengan menjawab akan menyakiti. Diam bukan berarti cuek juga bukan berarti tidak peduli dan tidak perhatian. Bisa jadi diam karena sedang mengamati atau sedang berpikir. Jadi, diam dan tidak menjawab bukan berarti salah kan?. Memang, menjadi orang di pertengahan itu terkadang tidak enak. Mengetahui segala kisah dan berusaha untuk menjadi penengah, berusaha untuk memberikan solusi tetapi tidak menyakiti juga berusaha untuk bersabar atas segala amanah dan kepercayaan ini. Jika orang-orang menanyakan kisah itu, diam adalah jawaban terbaik. Tetap keep the story dan berusaha bersikap biasa, menganggap tidak ada apa-apa namun sejujurnya sedang apa-apa. Terkadang, justru dipersalahkan dalam kisah ini juga sudah...

The Biggest Dream, Let's Make it Real!

Gambar
Assalammualaykum ikhwah Fillah Rahimakumullah,  happy sunday !.  Well , penulis lagi demen banget nih sama lagunya Raef yang berjudul Dreams, Selain mengajak kita untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi itu, kita juga diminta untuk memperjuangkan mimpi itu. Tidak hanya untuk diri kita sendiri namun juga untuk kemaslahatan umat.  Apa mimpi kalian saat ini?  The biggest dream, absolutely  adalah  go to Jannah, right?  Namun, taukah kalian bahwa untuk menuju kesana ada banyak hal yang mesti kita perjuangkan?. Kita tidak pernah tau, amalan apa yang akan memberatkan kita untuk bisa memasuki surgaNya. Bisa jadi hanya memberi makan tukang becak, membantu menyeberangkan orang tua, atau hanya sekedar tersenyum kepada saudara kita.  Nobody knows . Namun, agar the dreams come true , sudah seharusnya kita berjuang agar surga menjadi bagian yang tak pernah terlupakan dalam setiap aktivitas kita. Dream your biggest dream, If we dream enough together we ca...

Mengenang Masa Itu: Bapak Terharu

Subhanallah.. Saya baru ingat bahwa dulu Bapak pernah reuni bersama ke 3 sahabat karibnya. Dalam sebuah acara yang mengharu biru, dalam sebuah acara peluncuran buku kumpulan cerpen bapak yang berjudul Tunas. Di halaman prolog penulis, Bapak menulis tentang saya, Anak pertama yang lulus cumlaude. Tetesan air mata perlahan membasahi pipi saya. Ada semacam keharuan pada saat itu. Begini ya rasanya berada dalam lingkaran seni dan budaya, bernapaskan islam dan cinta untukNya. Rasanya seperti ada desiran halus di hati. Saya teringat pada waktu itu, Bapak menangis ketika acara yang cukup spektakuler itu digelar. Baru pertama kali seumur hidup melihat Bapak menangis haru ketika Pakdhe Emha membacakan ayat favorite Bapak, QS. Annur: 35 Cahaya diatas Cahaya. Seluruh penonton yang hadir tenggelam dalam keharuan. Bapak selalu sederhana. Memakai baju dan sarung putih. Paling bersahaja. Mendekap sahabat-sahabat karibnya dengan penuh cinta. Saya tiba-tiba teringat masa itu. Saat dimana seluru...

Sabar Menjadi Tong Sampah

Gambar
Apa lintasan pertama dipikiran kalian tentang tong sampah? Bau? Busuk? Kotor? Sarang Penyakit? Menjijikkan?. Yap, maybe sebagian dari kita menilai demikian. Melirik saja tidak apalagi mengamati dengan seksama. Mendekat saja tidak apalagi mau bersahabat. Namun jika kita memiliki banyak sekali sampah, segala macam apapun jenisnya dengan setia kita melirik, mendekat juga bersahabat. Membuang sampah ke dalamnya, lalu pergi entah kemana. Membiarkan sampah itu dibawa oleh dinas sampah sampai ke tempat pembuangan akhir. Tak ada perhatian apalagi dipikirkan. Bagaimana jika manusia menjadi tong sampah dari manusia lain?. Menjadi tong yang siap menerima curahan hati, cerita, emosi yang berkecamuk, keluhan bahkan tangisan yang meledak dari orang lain?. Tidakkah tong ini sungguh dibutuhkan?. Ini yang disebut anugrah. Menjadi kepercayaan orang lain untuk sebuah kata bernama Solusi. Setidaknya lebih baik dari sekedar tong sampah bukan?. Menjadi tumpuan kepercayaan dalam suatu problem kehidupan...

PUISI: Bagaimana Aku TanpaMu

Bagaimana aku tanpaMu Ya Rabbi? Terasing dalam kegelapan Tak ada cahaya keabadian Mengaburkan asa Menggenapkan derita Bagaimana aku tanpaMu Ya Rabbi? Tercekat dalam zaqum dan duri Kelaparan hati kekosongan nurani Bersemayam noktah-noktah hitam Bergejolak batin tak tentu arah Bagaimana aku tanpaMu Ya Rabbi? Seperti buih di tengah samudra Seperti debu beterbangan Seperti butiran pasir yang berbisik Tak terlihat.. Tak bermakna.. Bagaimana aku tanpaMu Ya Rabbi? Tak memiliki navigasi kehidupan Tak memiliki ruang cinta bernama keimanan Tak memiliki keyakinan Tak memiliki keteguhan Bagaimana aku tanpaMu Ya Rabbi? Seperti angin yang mendesis lalu hilang entah kemana Tak punya perasaan.. Tak punya logika.. Aku hanya ingin bersamaMu Ya Rabbi Dalam setiap hela napasku Dalam setiap detak jantungku Dalam setiap langkah kakiku bersama segala cinta padaMu bersama segala kekayaan hati karenaMu karena aku MencintaiMu.. Semarang, 6 Juni 2015

Menyatukan Warna dalam Satu Kanvas

Menyatukan karakter yang berbeda itu ibarat bermain warna dalam satu kanvas. Menjadi lukisan bermakna atau abstrak sekalipun, ia tetap indah :). Ada sebuah cerita yang cukup menggelitik hari ini. Seseorang yang dianggap melankolis tiba-tiba di suatu acara menjadi sangat sanguinis. Membranding dirinya dengan sebuah kalimat ambigu yang mengundang gelak tawa dan tanda tanya. Ternyata kita memang tidak bisa menilai seseorang dengan satu sisi saja ya?. Bisa jadi penilaian kita itu tak terbukti. Karena maybe kita tak pernah benar-benar mengenalnya. Diskusi mengenai karakter memang tak pernah ada habisnya. Saya tipe orang yang susah menilai seseorang. Namun belakangan ini saya banyak belajar. Cukup dengan mengamati, mendengar cerita, curahan hati atau sekedar mengobrol biasa. Bisa juga dengan membaca tulisannya. Nah, about tulisan ini yang pernah jadi fokus saya dalam menilai karakter seseorang. Tapi tidak selamanya benar, orang yang kita kenal pendiam dan tak banyak bicara ternyata suk...