Setiap lensa memiliki cerita Ia membidik dengan sempurna Jika focus adalah tujuan Maka buat apa menjadi durja Lensa tersenyum padaku Apa yang hendak kau bidik? Aku sedang berkontemplasi dengan sepia Rasanya sendu namun berpadu Bidiklah hal yang baik! Lensa tak bernyawa namun ia patuh pada sang tuan Dikembalikannya focus seperti semula Lensa menjadikanku semakin gempita Tidakkah aku harus membidik hal yang baik saja? Seperti layaknya sang juru foto yang baik nan bersahaja Bukan ambisi mengais nurani Bukan pula ego diri membungkam sanubari Lensa kemudian menarikku Ini dia kebaikan yang seharusnya kau bidik Setiap jemari yang menengadah pada Illahi Setiap hati yang mengiba pada Sang Maha Tinggi -Untuk Ivan dan Sigit *** Jakarta, 2017: Sigit Prasetya Aku mengenal Ivan dan Wicak sejak satu dekade yang lalu, dia sama sepertiku. Penyuka metalica, rokok dan kopi. Tidak ada malam yang kami lewati tanpa mengobrol di Item Coffee , coffee shop milik Wica...
"Empat perkara yang merupakan kebahagiaan, yaitu istri yang shalihah, rumah yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang enak dinaiki. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan adalah tetangga yang jelek, istri yang buruk akhlaknya, rumah yang sempit, dan kendaraan yang tidak enak dinaiki," (HR Ath-Thabrani dan Imam Ahmad). Hmmm, siapa coba yang ga pengen punya rumah idaman? Aku pun mauuu banget. Nah, apa sih yang dimaksud rumah impian itu? Apakah harus besar dengan perabot yang mewah? Adakah aturan Islam mengenai hal ini?. Dari hadits di atas Rasulullah saw menganjurkan umat Islam untuk memiliki hunian yang luas. Namun Ustadz Budi Ashari Lc, Direktur Lembaga Cahaya Siroh, memaknai hunian luas dalam hadits ini tidak hanya dari aspek fisik, tapi juga upaya untuk mengamalkan nilai-nilai dalam ajaran Islam. Sebagai agama yang sempurna, Islam memiliki konsep ideal dalam semua sisi kehidupan manusia, termasuk tuntunan membangun arsitektur Islami. Dalam buku ...
Assalammualaikum Readers, Alhamdullilah bisa nulis lagi. Rasanya seneng banget setelah 5 bulan ga bermain dengan kata-kata. Well, apakabar semua? Baru kemaren posting tulisan lama di sosial media penayangannya langsung naik drastis. Jazakumullah ikhwah atas apresiasinya. Kali ini aku pengen banget nulis soal "Teka-Teki Rasa", beberapa hari ini ada sahabat yang lagi curhat soal itu. Menghubung-hubungkan rasa satu dengan yang lain, menerka-nerka hubungan satu dengan yang lain. Semoga bermanfaat yaa. Berhentilah menerka-nerka setiap huruf yang ia reka. Berhentilah menghubung-hubungkan keadaannya dengan keadaanmu. Cara terbaik untuk menjawab teka-teki rasa adalah dengan berhenti mencari jawabannya. Berhentilah mencari tahu apa dan bagaimana sebenarnya perasaannya. Berhentilah menerka-nerka setiap huruf yang ia reka. Berhentilah menghubung-hubungkan keadaannya dengan keadaanmu. Berhentilah mencari tahu semua jawaban teka-teki itu. Karena ini teka-teki rasa, semakin kamu ...
"Islam itu sangat indah, Ken, bahkan menghargai seni dengan begitu sempurna". Assalammualaykum ikhwah, apakabar? Ga kerasa ya countdown 55 hari lagi bulan Ramadhan? Balighna Ya Ramadhan... Semoga Allah berikan kesempatan untuk mengecup manisnya bulan Maghfirah. Well, sebenernya mau share sedikit nih tentang diskusi saya dengan Bapak yang cukup menggelitik malam ini. Actually , ga mudeng juga sebenernya. Terkadang, berdiskusi panjang lebar dengan budayawan perlu konsentrasi tingkat tinggi. Selain kecerdasan yang diperlukan, juga pemahaman dan pengertian. Karena kalo cepat menyimpulkan sesuatu, makna kata yang disampaikan justru tak berbekas, hanya angin lalu saja. Dan malam ini, ada beberapa hal yang menarik yang saya diskusikan dengan Bapak. Belakangan ini bapak jadi trending topic wartawan senior beberapa media masa, entah sudah berapa banyak wartawan yang menelepon Bapak untuk wawancara khusus terkait kasus yang sedang marak dibicarakan (Top Secret). Heran sih ...
"blog ken ulinuha" adalah keyword yang sering sekali muncul dalam ikhtisar statistik saya. Dengan URL petunjuk : http://www.mysearch.com/web?mgct=ds&o=APN11808&q=blog+ken+ulinuha :). Siapa dia yang dengan santun dan bijak membuka laman blog milik saya yang sebenarnya 'private' ini. Blog ini sengaja saya buat sebagai frekuensi hati saya kepada mereka yang hatinya juga berlindung pada hati saya. Keluarga absolutely , lingkaran cinta, binaan dan beberapa sahabat terdekat saja. Well , siapapun dia yang dengan bijaksana membaca laman blog saya, terima kasih atas apresiasi nya. Semoga di kehidupan mendatang, entah kapan kita bisa bersua dengan mendiskusikan tulisan bersama yaa. Saya berharap bisa dipertemukan dengan siapa saja mereka yang mencintai buku dan sastra. Barangkali kita satu frekuensi. Jika dia membaca tulisan saya ini, semoga siapapun disana terinspirasi dari tulisan-tulisan saya ini.Walaupun kebanyakan tulisan saya ini adalah bergenre ...
Komentar