Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan dari keluarga yang seperti apa. Apakah dari keluarga dengan Islam yang sangat kuat sehingga membentuk anak-anak menjadi Akhlakul Karimah, rajin beribadah, pintar mengaji, aktif di masjid atau dari keluarga yang biasa-biasa saja. Bahkan tidak pernah melaksanakan sholat berjamaah di rumah, orang tua tidak bisa mengaji, dari kecil penuh penderitaan. Kita tidak bisa memilih. Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan dari keluarga yang bagaimana. Apakah penuh cinta dan kasih sayang sedari kecil, semuanya serba ada, berkecukupan atau justru dilahirkan dari keluarga yang amat sangat miskin, orang tua bekerja serabutan, kekerasan rumah tangga sudah menjadi biasa bahkan cinta dan kasih sayang orang tua tidak pernah dirasakan. Kita memang tidak bisa memilih untuk dilahirkan dari keluarga seperti apa, bagaimana atau yang mana. Namun kita bisa memutuskan, kelak kita ingin menjadi orang tua yang bagaimana, keluarga yang seperti apa dan anak-anak yang akan t...
Assalammualaykum ikhwah fillah rahimakumullah.. Rindu sekali menulis. Tak terasa sudah satu bulan lebih yaa. Ngomongin soal rindu, ada banyak cara kerinduan itu diterjemahkan. Ada banyak hal lalu lalang Dan pergi. Ada banyak hal pula beranjak meninggalkan kami. Mungkin itu yang nantinya disebut rindu. Ketika satu episode kehidupan terlampaui maka perlahan kita akan rindu pada episode kemarin. Ketika salah satu saudara kita pergi Dan tak lagi berjuang bersama kembali maka kita juga akan rindu pada moment bersamanya. Bersama dalam lingkaran cinta. Subhanallah.. Bisa ikhlas pada kerinduan itu seperti doa yang tak terhenti. Seperti sebuah pengharapan yang tak berujung. Alangkah bijaknya belajar pada laut Dan langit.. Laut tak pernah meninggalkan pantai meski ombak memaksanya untuk menjauh pun begitu pula dengan langit , langit tak pernah meninggalkan mataharinya meski malam berganti . Seberapa jauhpun mereka pergi.. Meski banyak episode kehidupan telah dilalui.....
Masa Pralatih usia 0-7 tahun Penekanan pada permainan imajinasi, banyak menstimulasi sensorik dan motorik anak. Hingga usia 7 tahun anak belum memiliki tanggungjawab moral. Peran orang tua cukup sebagai fasilitator yang mengawasi dan mendokumentasikan anaknya bermain bebas dan spontan. Jadi jangan pusing dan terpenjara dengan jadwal kaku hari ini harus main apa, besok main apa. Fitrah keimanan: Membangkitkan kesadaran Allah sebagai Robb dengan keteladanan, kisah inspiratif dan kepahlawanan, membangkitkan imaji positif terhadap Diri, Allah, Ibadah, Agama. Fitrah Belajar: Membangkitkan logika dasar dan nalar melalui bahasa ibu sehingga sempurna ekspresinya, belajar bersama alam, belajar bersama kehidupan, imaji positif tentang alam, kehidupan dan belajar, belajar dari mencoba. Fitrah Bakat: Membangkitkan kesadaran bakat melalui aktifitas dan wawasan, dan mendokumentasikan aktifitas anak. Masa Pra Aqilbaligh I usia 7-10 tahun Penekanan pada belajar tentang sistem...
Ketidakmungkinan itu ternyata tidak ada, yang ada adalah keyakinan akan keMaha BesaranNya. Jika Allah berkehendak terjadi, maka terjadilah. -kenulinnuha- Aku sempat ragu akan takdirNya, aku benar-benar tidak yakin. Tidak mungkin Allah memberikan karunia paling megah itu kepadaku. Siapa aku? Apa kelebihanku sehingga Allah berikan karunia impian banyak orang itu? Aku cuma mimpi, tidak mungkin bisa terwujud. Aku yang hanya seorang aku, manusia biasa yang sungguh banyak sekali khilafnya. Kemudian seseorang menyadarkanku, "Hei Ken, kamu punya Allah. Kamu mau apa aja, Allah bisa wujudkan. Syaratnya kamu yakin." Rasa-rasanya aku kayak di tampar, Ya Allah aku ini jahat banget sampe berpikiran kecil bahwa orang kayak aku ini ga mungkin dapet karunia se megah itu. Aku betul-betul payah. Aku masih berkontemplasi dengan hati dan pikiranku: "Ya Allah, aku ini siapa? Aku kan bukan siapa-siapa, aku bukan manusia yang amalnya banyak, aku juga ga punya harta, hidupku sederh...
" Mbak Niken , aku mau kuliah di IKJ atau ISI , mau ambil jurusan perfilman " " Serius Dek ?" " Aku pengen hobiku jadi profesi , ga cuma jadi penikmat aja tapi jadi film maker , berdakwah lewat seni keren juga kan ?." " Good !" Pertama kali denger kalo adikku Zahid bercita-cita jadi film maker , sebagai kakak aku cuma bisa mendukung dan mendoakan. Well, emang sih adikku yang satu ini demen banget nonton film. Ga cuman ditonton aja, dia rajin bikin review dari beberapa film yang dia tonton. Keren sih paradigmanya, ga cuma cerita aja ya yang dibahas dalam reviewnya, dari penyutradaraan, sinematografi, karakter aktor-aktrisnya sampai setting & soundtrack filmnya. Dan yang lebih penting ibrah dari filmnya. Pesan moral & kenapa film tersebut mesti ditonton. Aku sih sebagai kakak seneng-seneng aja. Apalagi jarang kan ada orang yang serius berdakwah lewat media film. Support deh :). By the way, ngomong-ngomong...
Komentar