" Tante masuk rumah sakit Ken , pagi ini dibawa ke Tlogorejo , sudah parah, mohon doanya ya .." Pesan singkat itu mengagetkanku. Ada perasaan kawatir yang ' nyess' di hati. Tante Etik masuk rumah sakit lagi? Batinku. Masya Allah, sudah berapa kali? Aku menghela napas dan berdoa, Ya Allah tolong sembuhkanlah. Beri kesempatan Tante untuk melihat Salma lulus. Sakit itu anugerah, seperti 2 tulisanku sebelumnya. Karena dengan sakit kita mengingat betapa sehat adalah sesuatu yang amat berharga. Karena dengan sakit kita lebih dekat denganNya. Setiap yang terlantun adalah kalimat zikir yang meneduhkan. Namun alangkah baiknya jika sejak dini kita mempersiapkan diri untuk hidup sehat. Agar setiap virus atau bakteri ga mau mampir ke tubuh kita. Sejak sakit kepala hebat 10 tahun yang lalu Dan berteman dengan obat Yang lumayan banyak dengan dosis tinggi membuatku sadar bahwa sakit itu sesungguhnya cara Allah mengingatkan bahwa tubuh kita perlu dijaga kesehatannya...
"Keluarga besar kita adalah keluarga yang mencintai seni, kalo memang ada orang lain yang nantinya masuk dalam keluarga ini semoga dia juga mencintai seni" Lahir dalam keluarga yang berprofesi sebagai seniman, budayawan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan 'art', membuat kehidupanku dikelilingi oleh segala sesuatu yang berbau seni. Dari kecil, aku hidup bersama kanvas, cat dan kuas ketika Bapak mulai melukis. lukisan pop kontemporer abstrak yang Bapak buat terkadang tidak masuk dalam logikaku. dan Bapak selalu menjawab dengan bijak ketika aku bertanya "Ini maksudnya lukisan apa ya Pak?", Bapak menjawab "Lukisan itu soal rasa, tak ada artinya". Subhanallah... Selain melukis, bapak juga seorang penyair, penulis puisi, penulis cerpen, penulis naskah drama. dari kecil, suara yang selalu ada membahana di dalam rumah adalah suara mesin tik jaman dulu. bahkan hingga larut malam, Bapak tetap bekerja dengan suara mesin tik yang khas. Bapak ad...
Bisakah sebuah impian menjadi kenyataan tanpa dasar iman? Absolutely Yes, but just illusion . Karena impian yang menjadi kenyataan akan tetap menjadi ilusi tanpa dasar keimanan. Jangan terlalu mengejar bayangan ilusi, ia tak pernah menetap di hati, bahkan tak bersandar pada keimanan. Ia hanyalah lamunan yang menari-nari dalam pikiran. Trap ! Kemudian terjebak dalam kepalsuan. It's not real! . Ilusi mudah diciptakan, dipikirkan dan dikhayalkan, namun kenyataan, the real life mesti diperjuangkan. Yup, hidup memang tidak pernah ideal. Jangan terlalu idealis dan menuntut kesempurnaan, karena sejatinya, ideal tidak akan pernah ada ujungnya. Jangan terlalu lama terjebak dalam ilusi yang kita buat sendiri. Ia takkan pernah nyata. Ia serupa bait-bait puisi yang belum menemukan rimanya, tidak akan pernah bermakna. Ia serupa bayang-bayang yang tak pernah tau kapan habisnya, tidak akan pernah menjadi kenyataan yang sebenarnya. Fokus pada kebahagiaan, fokus pada kelebihan, jangan me...
Assalammualaykum, mendung yang syahdu di hari Minggu ya ikhwah? Rasanya nikmat sekali berdiam diri sambil merenungi segala kesalahan diri kepada sang Maha Segala, Allah SWT. Setelah menghadiri beberapa taklimat, hari ini ada banyak sekali yang ingin penulis sampaikan. Mungkin karena tak mampu untuk mengutarakan, oleh sebab itu bahasa tulisan ini menjadi saksi bagaimana perasaan ini tersampaikan. Well, belakangan ini ketika ada waktu rehat, saya lebih banyak membuka beberapa laman blog milik teman. Menunggu post terbaru, membaca dan mengambil hikmah dari tulisan mereka. Ada banyak rasa yang dapat saya tangkap dengan hati dan pikiran. Bahwa sejatinya tulisan itu bahasa paling jujur sedunia. Yang penuh tanda tanya akan arti dari tulisan yang dibuat. Bapak saya adalah seorang penulis yang hebat. Bapak sering memotivasi bahwa menulis bisa melegakan hati. "Bapaknya penulis tentu anaknya harus juga bisa menulis" . Bapak mendapat project dari Pakdhe Atmo tan Sidik, salah s...
“Ayah adalah yang teristimewa di dunia sebab dari keringatnya ia memberi tapak untuk melangkah.” My father gave me the greatest gift anyone could give another person, he believed in me. Bapak begitu percaya bahwa setiap anak-anaknya akan tumbuh menjadi orang baik yang mencintai Allah dan RasulNya. Dan Bapak, beliau orang tua terbaik yang pernah kumiliki dalam hidup. Aku tidak pernah sekalipun melihat Bapak mengeluh, beliau selalu sederhana memandang persoalan hidup. Walaupun terkadang aku tidak tau apa yang sedang beliau pikirkan dan rasakan. Aku hanya bisa menerka saja. Gerimis tidak berhenti, aku sengaja tidak memakai jas hujan. Aku biarkan derai-derai hujan menerpa wajahku, kupejamkan mata dan kuresapi tiap bulir yang menetes dari langit. Aku, anak paling bahagia. Bapak selalu ingin mengantarku kerja, menjemputku, mengantarkanku kemanapun kumau. Bapak selalu berkata: "Kamu belum punya suami, jadi Bapak yang akan antar. Kamu ga boleh naik kendaraan sendiri, harus...
Komentar